Rabu, 30 Juli 2014

Rapat

Dulu dengan mudahnya pintu itu terbuka Seakan aku adalah kunci yang paling tepat diantara sekian kunci yang ada
Awalnya terasa bahagia
Seakan aku diterima ketika memasuki ruang pintu itu
Langkah-langkah demi langkah
Kau tuntun aku dalam menghadapi kerikil-kerikil yang ada
Kau hiasi jejak kita dengan ribuan kisah
Tangis dan tawa tak luput berperan
Tak jarang aku lelah akan sikapmu dalam perjalanan ini
Namun...
Saat itu terjadi, dalam bisu kau mengingatkanku
Kau ingatkan ku bahwa kita telah melewati banyak rintangan dan meninggalkan ribuan jejak
Luluh lah aku kembali
Sekian kali itu terjadi, aku pun mengangkat tangan
Aku rasa aku sudah tidak kuat dalam perjalanan ini
Aku pun pergi dari ruang pintu itu
Ternyata semua jejak kita selalu menghantui pikiranku
Mencoba kembali dan membuka pintu itu kembali
Tapi apa daya pintu itu sudah terbuka oleh kunci lainnya
Lalu apa yang bisa kuperbuat?
Akankah aku tetap memaksa diriku?
Melanjutkan perjalanan pun tak akan bisa
Lantas untuk apa aku kembali?
Kini semua sudah terlambat
Pintu itu sudah terkunci rapat
Jejakku telah tergantikan
Tak ada lagi yang dapat kulakukan
Yang kuharapkan hanyalah kebahagiaan yang selalu ada didalam pintu penuh kenangan itu


Sarah Putri Auliya, a dream catcher

Tidak ada komentar:

Posting Komentar